Cara Memasang Microphone Drum Set Live di Panggung
Oke langsung aja ya kali ini saya mau bahas gimana cara setting atau memasang microphone drum set untuk live performance/panggung, besar ataupun kecil.. dan ini berdasarkan pengalaman saya memasang backline panggung di berbagai event musik.. langsung ya...
Snake Cable/Junction Box
Biasanya snake kabel ini banyak macamnya sesuai kebutuhan channel, biasanya ada yg 8 ch, 16 ch, 32 ch, snake kabel ini fungsinya untuk mempermudah dan mempercepat kerja wiring kabel, jadi klo udah pake snake kabel ga perlu narik kabel satu satu ke input mixer, apalagi sekarang udah canggih dari junction box kabelnya ke mixernya berupa Multi Pin dan Kabel LAN, hebat kan?
ok itu satu.. snake kabel penting banget untuk proses setting mic drum set
Siapkan Jenis Mic
Baik, disini ada beberapa jenis mic yang memang sesuai karakter katakanlah equipment, Kick, Snare, Cymbal ga mungkin kita pake dengan jenis mic yang sama, biasanya untuk cymbal menggunakan mic condenser, posisi mic ini sebagai Overhead saja mengambil suara cymbal. kita rincikan satu persatu.
a. Kick
Mic untuk kick drum ini ada yang pake 2 mic dan ada juga yang cuma pake satu, untuk yang pake dua mic yaitu Kick In dan Kick Out, posisinya mic satu di dalam kick, dan mic satu di luar kick tepat di depan lubang bolongan kick drum, untuk jenis mic kick adalah mic dynamic, seperti shure D series, Akg D series dll.
b. Snare ( Top, Bottom )
Berbeda dengan Overhead, untuk snare mic yang digunakan jenisnya Dynamic karena fungsi mic dynamic itu suara yang ditangkap hanya fokus pada sumbernya saja, maka untuk suara yang lebih detail dan fokus pada suara snare saja mic dynamic sangat bagus untuk digunakan. Jenis mic dynamic banyak, ada Shure SM 57, Audix i5, Akg dll, tapi kebanyakan umumnya sound live banyak pake mic jenis Shure SM 57. Bicara soal SM 57 jangan salah pilih ya.. karena banyak juga Shure SM 57 yang KW atau palsu, pastikan dulu kualitas nya, kamu bisa cek Mic itu Original mulai dari kabel dalamnya dan bentuknya, Shure SM 57 Original kabel dalam berwarna Kuning dan Hijau, Bentuk kepalanya Flat, rata dengan body, ukurannya agak pendek dari yang KW. itu hanya sekedar info saja.
Lanjut ke setting snare, bisanya untuk Mic snare dibutuhkan 2 mic yaitu posisi Top dan Bottom, atas dan bawah, karena untuk lebih mendapatkan natural dari suara snare tersebut, memasangnya bisa pake clip/penjepit yang nantinya nempel ke body snare. untuk mic dynamic ga perlu pake phantom power 48+, karena bukan Condenser.
c. Hit Hat
Untuk hit hat bisanya sama pake mic dynamic juga, jadi ga perlu pake phantom power, tapi ada juga mic instrument yang harus pake phantom power seperti Mic DPA.
posisi mic hit hat memang beda beda tergantung kebutuhan, ada yang pake dua mic, atas dan bawah, ada yang cuma satu atas aja dan ada juga yang cuma satu bawah aja.. semua balik lagi sesuai kebutuhan.
d. Tom, Floor
Untuk Mic tom dan floor jenisnya sama, pake mic dynamic, posisi di jepit pake clip di body tom dan floor, biasanya hanya satu mic saja beda dengan snare, meski terkadang ada juga yang pasang 2 mic top dan bottom tapi tergantung kebutuhan.
e. Ride
Untuk Ride biasanya pake mic dynamic juga, posisinya dibawah, bisa kita pasang pake clip di tempel ke stand ride nya atau bisa juga pake stand mic, tergantung posisi aman nya saja.
f. Overhead ( Cymbal )
Menggunakan mic condenser, Posisinya kiri dan kanan drum, pasang tepat diatas Cymbal Crash, untuk ukuran tingginya kita ukur saja jgn terlalu tinggi atau terlalu rendah juga, jenis mic condenser banyak seperti AKG Perception, Shure, Ath, Audix dan lain lain, perhatikan juga.. jika kita pake mic condenser maka harus ada power phantom agar mic berfungsi, biasanya power phantom itu ada di mixer dengan tulisan 48+, biasanya si operator udah paham kalo micnya condenser pasti pake phantom power.
Setelah semua mic terpasang, kita tarik kabel XLR dari mic ke Snake Kabel, bisa juga kalo snake kabelnya panjang langsung saja di pasang ke input mic nya, kalo pake junction box, harus pake kabel XLR per mic nya.
Perhatikan juga urutan channelnya, anggaplah kita urutkan seperti ini :
Channel 1 Kick In
Channel 2 Kick Out
Channel 3 Snare Top
Channel 4 Snare Bottom
Channel 5 Hit-hat
Channel 6 Tom 1
Channel 7 Tom 2
Channel 8 Floor
Channel 9 Ride
Channel 10 Overhead R (Right)
Channel 11 Overhead L ( Left)
Jadi Total 11 Channel, Snake kabel atau Junction Box yang digunakan bisa kita pake yang 12 channel, atau untuk jaga jaga kalo mau nambah channel kita bisa pake yang 16 channel. tarik kabel sesuai nomor channel, jadi channel 1 harus ketemu ch 1 juga di snake kabel atau junction boxnya dan seterusnya sesuai urutan agar nanti ga bingung pas masuk sinyal ke Mixer.
Cukup sekian info nya, bagi yang mau menambahkan silahkan coret coret di komentar..






